Welcome

Selamat Datang di Blog Pendidikan Vokasional Konstruksi Bangunan

10.24.2011

MaskiPro, solusi menghitung RAB

MAKSIPRo adalah sebuah software untuk menghitung estimasi biaya (RAB) proyek konstruksi dengan fitur :
  1. Database, baik database sumber daya proyek (bahan, pekerja, alat) maupun database analisa harga satuan(AHS) pekerjaan tak terbatas.
  2. Semua objek dalam database search-able, sehingga bisa dicari dalam hitungan detik dengan menu search.
  3. Data bahan sekaligus menampilkan data supplier
  4. Visualisasi grafis untuk proporsi komponen biaya upah, bahan dan alat dalam setiap AHS, sehingga user bisa setiap saat melakukan kontrol terhadap komponen biaya tersebut.
  5. Mengisi data komponen biaya upah, bahan dan alat secara massal pada banyak AHS sekaligus.
  6. Mencopy massal AHS sekaligus merubah nilai koefisien komponen biayanya dengan satu langkah klik.
  7. Membuat diskon atau markup komponen biaya pada RAB yang sudah jadi dengan satu langkah klik.
  8. Laporan lengkap, termasuk rincian volume kebutuhan bahan, kebutuhan pekerja dan kebutuhan alat.
  9. Lebih dari 30 customized laporan.






MAKSIPRo adalah solusi untuk menghitung estimasi biaya (RAB) Proyek Konstruksi dengan lebih mudah, lebih cepat, dengan output yang lebih lengkap dan akurat, sehingga proyek yang dikerjakan menjadi lebih efisien dan menguntungkan.

MAKSIPRo tidak hanya menghitung estimasi biaya / RAB saja. Output laporan yang dihasilkan oleh MAKSIPRo sangat lengkap. Kebutuhan volume material/bahan, pekerja dan alat akan otomatis ditampilkan secara rinci. Jadi, user tidak perlu repot-repot menghitung manual.

Berikut Contoh Laporannya:



Monggo yang pengen download software nya untuk di exsekusi debuggernya

pass: ampuniaku

Ini daftar harga MAKSIPro
Paket Standar, fasilitas yang dimiliki :
  • Data Base bahan, AHS dan pekerjaan tak terbatas
  • Untuk omset RAB maksimal 200 juta
  • Untuk bangunan minimal 1 lantai
  • Harga : Rp. 2.499.000

Paket Profesional
  • Data Base bahan, AHS dan pekerjaan tak terbatas
  • Untuk omset RAB maksimal 3 milyar
  • Untuk bangunan minimal 3 lantai
  • Harga : Rp. 3.499.000

Paket Advance
  • Data Base bahan, AHS dan pekerjaan tak terbatas
  • Untuk omset RAB maksimal 10 M
  • Untuk bangunan minimal 5 lantai
  • Harga : Rp. 4.999.000

Paket Coorporate
  • Data Base bahan, AHS dan pekerjaan tak terbatas
  • Untuk omset RAB tidak terbatas
  • Untuk bangunan tidak terbatas
  • Harga : Rp. 7.499.000

sumber:
http://indosharing.net/showthread.php?t=2394&highlight=maksipro

10.14.2011

'SELF HEALING CONCRETE' Beton yang sangat elastis dan mampu memperbaiki dirinya sendiri jika terjadi retakan kecil

Apa yang Anda bayangkan ketika melihat gambar beton di atas?

Ya, beton itu sangat elastis, padahal pada umumnya beton bersifat plastis. Dan satu lagi kehebatannya, beton yang disebut "Self Healing Concrete" ini mampu memperbaiki dirinya sendiri jika terjadi retakan kecil. Ckckckck....mantap ya...

Yuk kita berkenalan dengan penemunya...

healingconcrete_apr_09.jpg

Beliau adalah Prof.Victor Li dari Univeristy of Michigan. Tentu beliau tidak sendirian, dia ditemani oleh timnya yang sejak 2009 memulai penelitian mengenai "self healing concrete" ini.

Lalu, apa sih khasiatnya?? kok bisa betonnya memiliki keunggulan seperti itu??

Material penentu dari pembuatan self healing concrete ini adalah ECC (Engineered Cement Composite) yang bendable. ECC merupakan salah satu tipe bahan komposit semen dengan perkuatan serat yang unik dan memiliki performa tinggi (Yang, 2009). ECC ini ditaburi oleh coated reinforcing fiber khusus yang dicampur merata.

Terus, kalau kehebatannya seperti itu? Apa manfaatnya??

Ternyata hasil temuan Prof. Li ini sudah diujicobakan di Osaka, Jepang, beton ini diujicobakan pada struktur gedung residensial tertinggi.
Sedangkan di Michigan beton ini dipalikasikan sebagai beton untuk struktur jembatan. Dengan sifat "cerdik"nya itu konstruksi jembatan tidak lagi membutuhkan expansion joint...(hayoo...apa itu expansion joint?? dibuka lagi materi tentang jembatannya ya, hehe)

Prof.Victor Li di atas jembatan Michigan yang menggunakan
self healing concrete hasil inovasinya


Manfaat lainnya adalah kita tidak perlu melakukan pengawasan dan perawatan yang ketat dan mahal seperti pada beton konvensional. Ya..meskipun sampai sekarang beton ini harganya masih 3 kali lipat lebih mahal dibanding beton konvensional.
Namun, dalam jangka panjang, beton baru ini justru akan menghemat total dana yang harus dikeluarkan untuk perawatan, pengawasan, dan sebagainya...Oke...kita tunggu saja nanti...
^^


10.13.2011

Software lagi ni ...Sweet Home 3D

Berdasarkan laman webnya http://www.sweethome3d.com/index.jsp Sweet Home 3D is a free design application that help you place your furniture on a house 2D plan, with a 3D preview.

Lihat Penampakannya B-)















Mantap kan...^^

9.14.2011

Link E-book Teknik Sipil (English version)

Reinforced Concrete: Mechanics and Design 5th Edition by James K. Wight and James G. MacGregor


Hardcover: 1126 pages
Publisher: Prentice Hall; 5 edition (June 27, 2008)
Language: English
ISBN-10: 0132281414
ISBN-13: 978-0132281416

link download :
http://www.mediafire.com/?j99ta9ad0cfb296

Reinforced Concrete Design, 4th Edition by W.H. Mosley and J.H. Bungey

Paperback: 401 pages
Publisher: Palgrave Macmillan; 4th Revised edition edition (4 Sep 1990)
Language English
ISBN-10: 0333537181
ISBN-13: 978-0333537183
link donwload :
http://www.mediafire.com/?42jkacycrn97lr0

Design of Reinforced Concrete 7th Edition by Jack C. McCormac and James K. Nelson

Paperback: 736 pages
Publisher: Wiley; 7th edition (August 5, 2005)
Language: English
ISBN-10: 047176132X
ISBN-13: 978-0471761327
link donwload :
http://www.mediafire.com/?o0hmdzlf1qiw520

Reinforced Concrete Designer's Handbook 10th Edition By Reynolds and Steedman


Hardcover: 436 pages
Publisher: Spon Pr; 10th Revised edition edition (December 1988)
Language: English
ISBN-10: 0419145303
ISBN-13: 978-0419145301
link donwload :
http://www.mediafire.com/?53fav1f7zkd30md

AASHTO LRFD Bridge Design Specifications (5th Edition)

Size: 19 MB | Format: PDF | Publisher: AASHTO | Year: 2010 | pages: 1632 | ISBN: 9781615834501
Download Link :




Semoga bermanfaat, nanti update lagi ^^



8.22.2011

Bagaimana Mendirikan Tower Crane?

Sebelum mengetahui cara mendirikan tower crane, ada baiknya kita berkenalan dengan tower crane. Apa itu tower crane? Dan bagian-bagian apa saja yang ada di tower crane?

Tower crane adalah alat yang digunakan untuk mengangkut dan memindahkan bahan material dan peralatan kerja yang sulit dijangkau baik secara vertical maupun secara horizontal.


Bagian-bagian Tower Crane
Oke, sekarang akan dijelaskan mengenai cara mendirikan tower crane.

PERTAMA
Tiang pancang untuk Pondasi Crane

KEDUA
Cor Pondasi Tower Crane Bersama Hoistnya




KETIGA
Angkat dan Dirikan Section Crane menggunakan mobile crane


KEEMPAT
Angkat dan Pasang Kepala Tower Crane/ Operator Cab's dan Tiang diatasnya


KELIMA
Angkat dan pasang Lengan Tower Crane/ Jib


KEENAM
Setting sling/ Jib Tie, Rell Trolley dan pengkabelan kelistrikannya



KETUJUH
Tower Crane sudah Berdiri Free Standing seperti gambar di bawah. Hubungkan kelistrikan ke power house dengan genset khusus Tower Crane


KEDELAPAN

INI YANG PENTING DIMANA BANYAK ORANG AWAM BERTANYA-TANYA "MENAMBAH KETINGGIAN TIANG TOWER CRANE"
TERDAPAT SECTION DIBAWAH OPERATOR JIB YANG LEBIH BESAR DARI TIANG DIBAWAHNYA DAN TANPA CROSS / BESI SILANG. TUJUANNYA ADALAH UNTUK MEMASUKKAN SECTION TAMBAHAN. PADA SECTION TERSEBUT JUGA TERDAPAT HIDROLIC UNTUK MENAIKKAN POSISI SECTION. LIHAT GAMBAR DI BAWAH





PENTING :
SEMUA TOWER CRANE DI DUNIA ADA SATU KELISTRIKAN YANG TIDAK BOLEH KETINGGALAN YAITU "PENANGKAL PETIR"



VIDEONYA



Sekian ^^

6.24.2011

Jawaban UAS Teknik Pondasi

Semangat!!!! kawan-kawan semua. Kita semua sudah berikrar 2012 adalah tahun dimana kita semua lulus. Rintangan macam apapun akan kita terjang!!!!

Silahkan lihat jawaban UAS nya di sini




Ujian Akhir Semester Teknik Pondasi II

5.10.2011

Gamesnya Anak Sipil

Kuliah di jurusan Teknik Sipil benar-benar membuat kepala pusing, apalagi kalau berhubungan dengan Mekanika Teknik, Teknik Pondasi, dan mata kuliah yang banyak hitungan-hitungannya. Sebagai anak muda tentu kita kadang merasa bosan, dan ingin melakukan hal yang membuat diri ini lebih fresh.

Ya, sekarang telah hadir Games untuk Anak Sipil. Tentu saja bukan hanya happy dengan memainkan games ini, secara tidak langsung kita juga akan belajar...
Bagaimana? Anda penasaran??? Try it!

1. Visual Basic Games in Civil Engineering


link download : http://mysite.dlsu.edu.ph/faculty/oretaa


2. Bridge Building Game




link download : http://www.bridgebuilder-game.com


3. The Balls Game

Link Downloads : http://www.bridgebuilder-game.com/

Jika ada yang lain silahkan dishare di sini..ok

5.09.2011

TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK KONSTRUKSI

1. Tahap Perencanaan (Planning)

Semua proyek konsruksi biasanya dimulai dari gagasan atau rencana dan dibangun berdasarkan kebutuhan (need). Pihak yang terlibat adalah pemilik.


2. Tahap Studi Kelayakan (Feasibility Study)

Pada tahap ini adalah untuk meyakinkan pemilik proyek bahwa proyek konstruksi yang diusulkan layak untuk dilaksanakan.
Kegiatan yang dilaksanakan :
• Menyusun rancangan proyek secara kasar dan membuat estimasi biaya
• Meramalkan manfaat yang akan diperoleh
• Menyusun analisis kelayakan proyek
• Menganalisis dampak lingkungan yang akan terjadi
Pihak yang terlibat adalah konsultan studi kelayakan atau konsultan manajemen konstruksi (MK)


3. Tahap Penjelasan (Briefing)

Pada tahap ini pemilik proyek menjelaskan fungsi proyek dan biaya yang diijinkan sehingga konsultan perencana dapat dengan tepat menafsirkan keinginan pemilik.
Kegiatan yang dilaksanakan :
• Menyusun rencana kerja dan menunjuk para perencana dan tenaga ahli
• Mempertimbangkan kebutuhan pemakai, keadaan lokasi dan lapangan, merencanakan rancangan, taksiran biaya, persyaratan mutu.
• Menyiapkan ruang lingkup kerja, jadwal, serta rencana pelaksanaan
• Membuat sketsa dengan skala tertentu sehingga dapat menggambarkan denah dan batas-batas proyek.
Pihak yang terlibat adalah pemilik dan Konsultan Perencana.


4. Tahap Perancangan (Design)

Pada tahap ini adalah melakukan perancangan (design) yang lebih mendetail sesuai dengan keinginan dari pemilik. Seperti membuat Gambar rencana, spesifikasi, rencana anggaran biaya (RAB), metoda pelaksanaan, dan sebagainya.

Kegiatan yang dilaksanakan :
• Mengembangkan ikthisiar proyek menjadi penyelesaian akhir
• Memeriksa masalah teknis.
• Meminta persetujuan akhir dari pemilik proyek

Mempersiapkan :
 Rancangan terinci
 Gambar kerja, spesifikasi dan jadwal
 Daftar kuantitas
 Taksiran biaya akhir
Pihak yang terlibat adalah konsultan perencana, konsultan MK, konsultan rekayasa nilai dan atau konsultan quantitiy surveyor.


5. Tahap Pengadaan/Pelelangan (Procurement/Tender)

Pada tahap ini bertujuan untuk mendapatkan kontraktor yang akan mengerjakan proyek konstruksi tersebut, atau bahkan mencari sub kontraktornya
Kegiatan yang dilaksanakan :
• Prakulaifikasi
• Dokumen Kontrak
Pihak yang terlibat adalah pemilik, pelaksana jasa konstruksi (kontraktor), konsultan MK.


6. Tahap Pelaksanaan (Construction)

Tujuan pada tahap ini adalah mewujudkan bangunan yang dibutuhkan oleh pemilik proyek yang sudah dirancang oleh konsultan perencana dalam batasan biaya, waktu yang sudah disepakati, serta dengan mutu yang telah disyaratkan.

Kegiatan yang dilaksanakan adalah merencanakan, mengkoordinasikan, mengendalikan semua oprasional di lapangan :

• Kegiatan perencanaan dan pengendalian adalah:
 Perencanaan dan pengendalian
 Jadwal waktu pelaksanaan
 Organisasi lapangan
 Tenaga kerja
 Peralatan dan material

• Kegiatan Koordinasi
 Mengkoordinasikan seruh kegiatan pembangunan
 Mengkoordinasi para sub kontraktor
Pihak yang terlibat adalah Konsultan Pengawas dan atau Konsultan MK, kontraktor, Sub Kontraktor, suplier dan instansi terkait.


7. Tahap Pemeliharaan dan Persiapan Penggunaan (Maintenance & Start Up)

Tujuan pada tahap ini adalah untuk menjamin agar bangunan yang telah sesuai dengan dokumen kontrak dan semua fasilitas bekerja sebagaimana mestinya.
Kegiatan yang dilakukan adalah :
• Mempersiapkan data-data pelaksanaan, baik berupa data-data selama pelaksanaan maupun gambar pelaksanaan (as build drawing)
• Meneliti bangunan secara cermat dan memperbaiki kerusakan- kerusakan
• Mempersiapkan petunjuk oprasional/pelaksanaan serta pedoman pemeliharaan.
• Melatih staff untuk melaksanakan pemeliharaan
Pihak yang terlibat adalah Konsultan Pengawas/ MK, pemakai, pemilik.


SUMBER:

http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND.TEKNIK_SIPIL/SITI_NURAISYIAH/Proyek_Konstruksi.pdf

http://www.docstoc.com/docs/21615276/MANAJEMEN-PROYEK-KONSTRUKSI-%5BCompatibility-Mode%5D

5.06.2011

All About Spillway

Pengertian Spillway

Menurut http://en.wikipedia.org/ yang sudah diterjemahkan, spillway adalah sebuah struktur di dam (bendungan) yang sebenarnya adalah sebuah metode untuk mengendalikan pelepasan air untuk mengalir dari bendungan atau tanggul ke daerah hilir. Sedangkan jika ditinjau dari ilmu bangunan, spillway adalah sebuah struktur bagian dari bendungan yang berfungsi sebagai tempat melewati pelimpahan air yang nantinya akan diteruskan.

Fungsi Spillway
Spillway atau katup ini membantu mencegah banjir sehingga ketinggian air tidak melebihi batas yang ditetapkan yang bisa menghancurkan sebuah bendungan. Hal ini biasanya dilakukan pada saat terjadi banjir. Pada saat normal, digunakanlah pintu air dam untuk mengeluarkan air secara teratur untuk digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik, suplai air dan sebagainya.

Jenis Spillway
Spillway terletak di atas reservoir (waduk penampungan air). Bendungan juga mungkin memiliki pintu air dengan katup atau pintu yang dapat dioperasikan untuk melepaskan arus banjir. Ada dua jenis spillways: terkendali dan tidak terkendali.
Spillway yang terkendali memiliki struktur mekanik atau gerbang untuk mengatur laju aliran air. Desain ini memungkinkan untuk memungkinkan mengatur ketinggian bendungan yang akan digunakan untuk penyimpanan air sepanjang tahun, dan saat banjir bisa dikeluarkan dengan membuka satu atau lebih spillways.
Spillway yang tidak terkendali, tidak memiliki pintu, ketika air naik di atas bibir atau puncak katup yang itu mulai dikeluarkan dari reservoir. Laju debit dikendalikan hanya dengan kedalaman air dalam reservoir. Semua volume penyimpanan dalam reservoir di atas puncak Spillway hanya dapat digunakan untuk penyimpanan sementara air banjir, dan tidak dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan air bersih karena biasanya kosong.

Cara Kerja Spillway
Spillway atau katup ini membantu mencegah banjir sehingga ketinggian air tidak melebihi batas yang ditetapkan yang bisa menghancurkan sebuah bendungan. Hal ini biasanya dilakukan pada saat terjadi banjir.
Pada saat normal, digunakanlah pintu air dam untuk mengeluarkan air secara teratur untuk digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik, suplai air dan sebagainya. Spillway terletak di atas reservoir (waduk penampungan air). Bendungan juga mungkin memiliki pintu air dengan katup atau pintu yang dapat dioperasikan untuk melepaskan arus banjir.



Gambar 1. Cara Kerja Spillway Terkendali


Bentuk-bentuk Spillway/ Pelimpah
Ada beberapa macam bentuk spillway, di antaranya adalah:

Siphon Spillway (Pelimpah Sifon)

Pelimpah sifon merupakan salah satu tipe dari bangunan pelimpah yang berbentuk sistem conduit/ terowongan tertutup dalam bentuk U terbalik. Sifon dapat pula berupa saluran tertutup dan saluran terbuka. Pelimpah sifon berupa saluran terbuka jika aliran yang melewati tidak penuh yang dalam hal ini sifon hanya berfungsi sebagai pelimpah bebas. Kondisi ini dapat terjadi pada saat tinggi muka air hulu lebih rendah dari elevasi puncak inlet. Jika aliran diperbesar sehingga tinggi muka air hulu lebih tinggi dari elevasi puncak inlet, kecepatan di dalam sifon bertambah. Jika kondisi ini berlangsung terus dalam arti pada sisi hulu dan hilir sifon berada dalam kondisi tenggelam (submerged flow) pada kondisi tertentu aliran sifon merupakan aliran tertutup atau aliran dalam pipa. Secara umum pelimpah tipe sifon dibentuk dengan lima komponen yaitu lubang masuk (inlet), kaki bagian atas/depan (upper leg), tenggorokan (throat), kaki bagian bawah/ belakang (lower lag), dan lubang keluar (outlet). Penggunaan pelimpah sifon masih relatif sedikit, terutama di Indonesia.


Gambar 2. Siphon spillway di Kanal Genil-Cabra, Spain


Gambar 3. Champlain Canal Lock C9, siphon spillway ada di sebelah kanan

Chute Spillway

Chute Spillways secara umum didesain untuk mentransfer arus air dari bendungan ke sungai yang berada di bawahnya. Pada umumnya demikian, hal ini dimaksudkan untuk melindungi bendungan dari kerusakan jika debit air terlalu banyak dan melindungi topografi. Spillways ini memiliki perangkat pengendali. Selain itu, spillways ini tidak menghilangkan energi seperti stepped spillways. Chute Spillway tertanam dengan baffle blok beton tetapi biasanya memiliki ‘bibir flip’ dan atau cekungan dissipater yang menciptakan hidrolik lompat (hydraulic jump), yaitu untuk melindungi ujung bendungan dari erosi.



Gambar 4. Chute spillway di Bendungan Llyn Brianne, Wales



Gambar 5. Chute Spillway di bendungan Alqueva, di Portugal.



Gambar 6. Chute Spillway di bendungan Mosul di Sungai Tigris, Irak

Stepped spillway

Stepped spillway telah digunakan selama lebih dari 3000 tahun. Baru-baru ini, bahan bangunan baru (misalnya RCC Roller-Compacted Concrete, gabion) dan teknik desain (misalnya perlindungan tanggul overtopping) telah meningkatkan kegunaan Stepped Spillway dan Chute Spillway. Langkah-langkah tersebut untuk menghasilkan disipasi energi yang cukup selama meluncur dan mengurangi ukuran cekungan disipasi energi yang dibutuhkan hilir. Penelitian masih aktif pada topik dengan perkembangan baru pada sistem perlindungan luapan tanggul bendungan, spillway konvergen, dan desain bendungan kecil.



Gambar 7. Chute Spillway di Yeoman Hey Reservoir, England



Gambar 8. Bendungan Croton, New York


Bell Mouth Spillway (Pelimpah Bentuk Sumur / Shaft Spillway/ Morning Glory)

Beberapa spillway didesain seperti lonceng terbalik sehingga air bisa masuk semua di sekeliling. Perangkat spillway yang tidak terkontrol ini disebut juga morning glory, plughole, lubang kemuliaan, atau bell-mouth spillway. Di dearah dimana permukaan reservoir dapat membeku, spillway bell-mouth biasanya dilengkapi dengan pengaturan ice-breaking untuk mencegah spillway dari menjadi pembentukan ikatan es. Chaffey Dam, yang terletak di dekat Tamwaoth, New South Wales di Australia memiliki contoh klasik dari spillway bel-terbalik. Itu adalah yang pertama diciptakan di Australia dari jenisnya. Dalam beberapa kasus Bell-Mouth atau Spillway Morning Glory adalah gerbang yang dikendalikan. Spillway di Bendungan Hungry House (foto kanan), struktur Morning Glory tertinggi di dunia, dikendalikan oleh sebuah gerbang cincin 64-dengan-12-kaki (20 dengan 3,7 m).

Sedangkan di Indonesia, spillway jenis ini terdapat di Bendungan Jatiluhur (Jawa Barat) dan Bendungan Riam Kanan (Kalimantan Selatan).



Gambar 9. Bell mouth spillway di Bendungan Hungry Horse.



Gambar 10. Morning glory hole Bendungan Jatiluhur



Gambar 11. Morning glory hole di Bendungan Riam Kanan


Side Channel Spillway (Pelimpah Luapan Samping)

Side channel spillway digunakan terutama pada bendungan tanggul. Spillway ini terletak hanya di bagian hulu dan di sisi bendungan. Air mengalir melewati saluran samping. Kemudian mengalir turun meluncur dan bergabung dengan sungai hilir bendungan. Kadang-kadang terowongan yang digunakan dapat mengalihkan air ke tempat lain.



Gambar 12. Side channel spillway di Bendungan Hope, Scotland



Gambar 13. Bendungan Corin, Sungai Cotter, Australia

Ogee Spillway (Spillway Muka Air Bebas)

Ogee Spillway atau spillway muka air bebas sangat banyak dipergunakan untuk pembuangan air banjir. Bentuk mercu ogee spillway juga digunakan untuk bendung maupun alat ukur debit. Ogee spillway melimpaskan air dengan debit yang merupakan fungsi dari tinggi air dari mercu dan lebar bendung. Agar ogee spillway dapat melimpaskan debit yang besar maka diperlukan tinggi air di atas mercu besar pula. Jika tinggi bendungan sudah ditetapkan atau dibatasi maka kebutuhan tinggi muka air di atas mercu spillway berarti pengurangan kapasitas bendungan sebagai waduk.



Gambar 14. Bendungan Prafi Terletak di Batas Distrik Manokwari Selatan dan Warmare.




Gambar 15. Bendungan Crystal, di Colorado, Amerika.