Welcome

Selamat Datang di Blog Pendidikan Vokasional Konstruksi Bangunan

3.13.2011

How Do Tower Cranes Grow?

Tower cranes arrive at the construction site on 10 to 12 tractor-trailer rigs. The crew uses a mobile crane to assemble the jib and the machinery section, and places these horizontal members on a 40-foot (12-m) mast that consists of two mast sections. The mobile crane then adds the counterweights.

The mast rises from this firm foundation. The mast is a large, triangulated lattice structure, typically 10 feet (3.2 meters) square. The triangulated structure gives the mast the strength to remain upright.


To rise to its maximum height, the crane grows itself one mast section at a time! The crew uses a top climber or climbing frame that fits between the slewing unit and the top of the mast. Here's the process:

  1. The crew hangs a weight on the jib to balance the counterweight.
  2. The crew detaches the slewing unit from the top of the mast. Large hydraulic rams in the top climber push the slewing unit up 20 feet (6 m).
  3. The crane operator uses the crane to lift another 20-foot mast section into the gap opened by the climbing frame. Once bolted in place, the crane is 20 feet taller!






Once the building is finished and it is time for the crane to come down, the process is reversed -- the crane disassembles its own mast and then smaller cranes disassemble the rest.

sumber

3.04.2011

Teknologi Konstruksi yang Mengharumkan Nama Indonesia

Ini merupakan teknologi di bidang konstruksi ciptaan anak bangsa yang diakui dan diterapkan di berbagai negara, bahkan banyak negara yang berjuang mendapatkan hak patennya.

SOSROBAHU



Teknik Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang dan ditemukan oleh Tjokorda Raka Sukawati. Dengan teknik ini, lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya, dan kemudian diputar 90° sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas di jalanan di bawahnya

Pada tahun 1980-an, Jakarta yang memang sudah mengalami kendala kemacetan lalu lintas, banyak membangun jalan layang sebagai salah satu solusi meningkatkan infrastruktur lalu-lintas. Sebagai kontraktor saat itu, PT. Hutama Karya mendapatkan order membangun jalan raya di atas jalan by pass A. Yani di mana pembangunannya harus memastikan bahwa jalan itu harus tetap berfungsi.Dengan permasalahan tersebut, para direksi Hutama Karya berdiskusi setelah mendapatkan order membangun jalan layang antara Cawang sampai Tanjung Priok sekitar tahun 1987. Persoalan rumit diurai, yang diperlukan untuk menyangga badan jalan itu adalah deretan tiang beton, satu-sama lain berjarak 30 meter, di atasnya membentang tiang beton selebar 22 meter. Batang vertikalnya (pier shaft) berbentuk segi enam bergaris tengah 4 meter, berdiri di jalur hijau. Hal ini tidak sulit, yang merepotkon adalah mengecor lengannya (pier head). Jika dengan cara konvensional, yang dilakukan adalah memasang besi penyangga (bekesting) di bawah bentangan lengan itu, tetapi bekesting itu akan menyumbat jalan raya di bawahnya. Cara lain adalah dengan bekesting gantung tetapi membutuhkan biaya lebih mahal.
Di tengah masalah itu, Ir. Tjokorda Raka Sukawati mengajukan gagasan dengan membangun tiangnya dulu dan kemudian mengecor lengannya dalam posisi sejajar dengan jalur hijau, setelah itu diputar membentuk bahu. Hanya saja kendalanya adalah bagaimana cara memutarnya karena lengan itu nantinya seberat 480 ton.

Presiden Soeharto ikut menyaksikannya pelaksanaan proyek dan memberi nama teknologi itu Sosrobahu yang diambil dari nama tokoh cerita sisipan Mahabharata.Temuan Tjokorda digunakan insinyur Amerika Serikat dalam membangun jembatan di Seattle.Hak paten yang diterima adalah dari pemerintah Jepang, Malaysia, Filipina. Dari Indonesia, Dirjen Hak Cipta Paten dan Merek mengeluarkan patennya pada tahun 1995 sedangkan Jepang memberinya pada tahun 1992. Saat ini teknologi Sosrobahu sudah diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura. Salah satu jalan layang terpanjang di Metro Manila, yakni ruas Vilamore-Bicutan adalah buah karya teknik ciptaan Tjokorda. Di Filipina teknologi Sosrobahu diterapkan untuk 298 tiang jalan. Sedangkan di Kuala Lumpur sebanyak 135 tiang. Saat teknologi Sosrobahu diterapkan di Filipina, Presiden Filipina Fidel Ramos berujar, "Inilah temuan Indonesia, sekaligus buah ciptaan putra ASEAN". Sementara Korea Selatan masih bersikeras ingin membeli hak patennya.

skema sosrobahu
















1. Bangun tiang jalan.
















2. Lengan beton jalan dibangun di antara dua jalur jalan, sejajar dengan jalanan yang padat di bawahnya.
















3. Lengan beton jalan diputar 90 derajat. Jalan layang pun kemudian dibangun di atas lengan ini.


penemu sosrobahu


Ir. Tjokorda Raka Sukawati (lahir di Ubud, Bali, 3 Mei 1931; umur 79 tahun) adalah seorang insinyur Indonesia yang menemukan konstruksi Sosrobahu, yang memudahkan pembangunan jalan layang tanpa mengganggu arus lalu lintas pada saat pembangunannya.
Tjokorda meraih gelar Insinyur bidang Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung 1962, dan memperoleh gelar Doktor dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada tahun 1996.

penerapan di filipina
by pass A.yani



PONDASI CAKAR AYAM


Merupakan salah satu rekayasa keteknikan di bidang pondasi, hasil temuan Prof. Dr. Ir. Sedijatmo. Kostruksi ini terdiri dari plat beton bertulang dengan tebal 10 - 12 cm di dan bagian bawahnya diberi pipa-pipa beton bertulang yang menempel kuat pada plat tersebut. Mirip seperti akar serabut pada tanaman kelapa yang dapat tumbuh tinggi menjulang di pantai berpasir yang daya ikatnya rendah, pile atau pipa-pipa beton mencengkeram ke dalam tanah dan plat betonnya mengikat pile-pile tersebut sehingga menjadi satu kesatuan yang monolit.

Dasar pemikiran Iahirnya pondasi cakar ayam ialah memanfaatkan tekanan tanah pasif, yang pada sistem pondasi lain tak pernah dihiraukan. Plat beton yang tipis itu akan mengambang di permukaan tanah, sedangkan kekakuan plat ini dipertahankan oleh pipa-pipa yang tetap berdiri akibat tekanan tanah pasif. Dengan demikian maka plat dan konstruksi di atasnya tidak mudah bengkok.
Bagi daerah yang bertanah lembek, pondasi cakar ayam tidak hanya cocok untuk mendirikan gedung, tapi juga untuk membuat jalan dan landasan. Satu keuntungan lagi, sistem ini tidak memerlukan sistem drainasi dan sambungan kembang susut.

Banyak bangunan yang telah menggunakan sistem yang di ciptakan oleh Prof Sedijatmo ini, antara lain: ratusan menara PLN tegangan tinggi, hangar pesawat terbang dengan bentangan 64 m di Jakarta dan Surabaya, antara runway dan taxi way serta apron di Bandara Sukarno-Hatta Jakarta, jalan akses Pluit-Cengkareng, pabrik pupuk di Surabaya, kolam renang dan tribune di Samarinda, dan ratusan bangunan gedung bertingkat di berbagai kota.
Sistem pondasi cakar ayam ini telah pula dikenal di banyak negara, bahkan telah mendapat pengakuan paten internasional di 11 negara, yaitu: Indonesia, Jerman Timur, Inggris, Prancis, Italia, Belgia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman Barat, Belanda; dan Denmark.

penemu pondasi cakar ayam, kedua dari kanan
Prof. Dr. Ir. Sedijatmo dan Ibu Supeni Sedijatmo SH, didampingi oleh, dari kiri kekanan: Rektor ITB Prof Dr. Doddy Achdiat Tisna Amidjaja, Promotor Prof. Ir. Soetedjo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr. Syarief Thayeb.

3.03.2011

Contoh Perhitungan Pondasi Tiang Pancang

oleh: Lambutan Sinaga, S.T dan Partner Dayu Sriwulan, S.T




Diketahui:
Panjang abutment tegak lurus bidang gambar = 10,5 m.
Tiang pancang dari beton (berat volume beton = 25 KN/m3, fc'= 24 MPa) dengan tampang lingkaran diameter 0,3 m.
Tanah pada lapis I dan II adalah jenis tanah urug pasir (granuler) homogen.
Tanah I = γ = 20,8 KN/m3
φ = 29,5 derajat

Tanah II = γ = 16,5 KN/m3
γ' = 7,8 KN/m3
φ = 31 derajat

Tanah asli sepanjang kedalaman pengujian (bukan tanah urug pasir) memiliki nilai rerata γ = 18,2 KN/m3, γ' = 10,2 KN/m3, dan γsat = 20 KN/m3

Ditanya: Rencanakan Pondasi tersebut!

Jawab: ?????????????

PENYELESAIAN

3.01.2011

Buku Gratis Mastering AutoCAD Civil 3D 2011



Pernah baca buku ini? Boro-boro...apa jangan-jangan baru liat buku ini ya? hehe..

Buku ini sangat bermanfaat sekali, mau bukti? read this!

Create winning designs and effectively manage every stage of your projects with this Autodesk Official Training Guide for Autodesk's powerful civil engineering software. Authored by experts with close ties to the software development team and the Civil 3D community, this book offers an in-depth, tutorial-based approach that is grounded in real-world examples so that you can get the most out of Civil 3D.
Fully updated for Civil 3D 2011's new features, such as advanced tools for geospatial and earthwork analysis, this book not only shows you how to use Civil 3D in a production environment, it also prepares you for Autodesk's Civil 3D 2011 Certified Associate and Certified Professional exams.
Coverage includes:
* Digging deep into Civil 3D 2011, including new tools and functionality
* Working field to finish with in-depth information on field surveying
* Using helpful intersection tools to shorten the design of complex corridors
* Designing models using practical data that helps you anticipate issues
* Creating construction documents in a flash with the Plan Production tool
* Building project visualizations that don't break the bank or the schedule
* Sharpen Your Civil 3D 2011 Skills with Real-World Engineering Examples
* Design Subdivision and Lot Layouts with Precision and Ease
* Plan the Efficient Movement of Materials During Construction
* Produce More Accurate Construction Plans to Increase Field Efficiency
* Prepare for the Civil 3D 2011 Certified Associate and Certified Professional Exams


Bermanfaat banget kan?
Ada yang mau? GRATIS!!!!. Silahkan cek di Amazon.com, harga buku ini aslinya adalah $43.64....mahal kan?

Khusus untuk teman-teman, kami berikan GRATIS.

Download (Hotfile):
http://hotfile.com/dl/94161236/d405fe7/Mastering_AutoCAD_Civil_3D_2011_2010.pdf.html

Download (Fileserve):
http://www.fileserve.com/file/hyuquqx

Download (Filesonic):
http://www.filesonic.com/file/52097774/Mastering AutoCAD Civil 3D 2011 [2010].pdf

thanks to: Blackroot